MMM Hoax, Scam dan Diambang Runtuh?

BERILINK – Permainan uang (moneygame) Mavrodi Manial Moneybox (MMM) yang diciptakan Sergei Mavrodi di Rusia atau di Indonesia menjadi Manusia Membantu Manusia menjanjikan iming-iming keuntungan 30% per bulan. Hal ini tentu sangat menarik karena bunga deposito dan tabungan di bank hanya sekitar 1% – 3% per bulan

Sebelumnya tahun 2011 Sistem keuangan piramida ini muncul di India yang menjanjikan keuntungan 20% per bulan.

Caranya sama, setor uang dan berharap disetor oleh anggota lain di bulan berikutnya, begitu seterusnya. Setelah setor, para anggota akan mendapat mata uang virtual bernama Mavro.

Seperti dikutip dari MoneyLife India, Rabu (13/8/2014), ada ketentuan para anggota ini harus memegang minimal 100 unit Mavro atau sekitar 5.000 rupee atau sekitar Rp 1 juta. Dana anggotanya ini ternyata masuk ke pihak yang ditunjuk Mavrodi untuk menjalankan MMM India.

Skema Ponzi MMM India ini akhirnya ditutup setelah tiga tahun berdiri dan beberapa pelakunya ditangkap Badan Pelanggaran Ekonomi (EOW). Beberapa di antaranya yang ditangkap adalah pasangan Michael Gulakhev dan Jennifer Menezes ditangkap karena menjadi koordinator untuk publikasi MMM India.

Fenomena MMM kali ini merasuki Indonesia. Sampai saat ini belum ada pihak yang merasa dirugikan oleh MMM Indonesia karena jumlah anggotanya masih bertambah. Namun dari informasi terakhir, tingkat provide help (PH), istilah untuk memberi bantuan ke anggota lain, sudah lebih sedikit ketimbang anggotanya yang menunggu GH.

Sehingga, MMM Indonesia berdalih server-nya down sehingga harus ada penyesuaian. Penyesuaian tersebut membuat aturan main berubah, salah satunya adalah keuntungan yang turun menjadi hanya 10% dari sebelumnya dijanjikan 30%. Ada juga anggota yang tak kunjung dapat GH.

Berapa lama skema piramida MMM bisa bertahan di Indonesia?

Mengutip detikFinance, Rabu (13/8/2014), Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, mengatakan sistem MMM sangat berisiko. Sistem ini bisa hidup, selama masih ada anggota baru yang mendaftar dan mengirimkan uang.

“Sistem piramida seperti ini masih akan hidup kalau ada yang memasukkan (uang). Kalau sudah tidak ada, ya selesai,” katanya

Risiko yang dihadapi para anggota, lanjut Aidil, cukup besar. “Kalau tidak ada yang menyetor lagi, hilang uang kita. Hilang 100%,” ujarnya.

Aidil Akbar mengatakan, saat ini MMM sudah kolaps di tanah kelahirannya. Sementara di India, MMM hanya mampu bertahan 3 tahun.

“Di sini sudah berjalan sekitar hampir setahun. Saya perkirakan 6 bulan lagi paling lama akan selesai. Paling cepat 1-3 bulan lagi,” tegasnya

Saat ini, lanjut Aidil, sudah ada tanda-tanda struktur MMM bakal macet. Menurutnya, piramida MMM di Indonesia sudah mulai gemuk dan akan semakin sulit untuk bertambah lagi.

Jika ini terjadi, anggota MMM sulit untuk mengadukannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena MMM bukan kewenangan mereka. MMM bukanlah skema investasi resmi seperti saham atau reksa dana.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad mengatakan bahwa MMM bukan di bawah kewenangan pihaknya. Oleh karena itu, OJK tidak terlibat jika nantinya sampai ada masalah di MMM.

“Tidak, tidak. Itu di polisi nanti,” tegasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyatakan bahwa arisan Manusia Membantu Manusia (MMM) Indonesia atau Komunitas Mavrodian Indonesia dan Mavrodi Mondial Moneybox bukanlah produk investasi dan menyatakan Arisan MMM Ilegal

“Masyarakat harus waspada terhadap ciri-ciri tawaran investasi atau produk/layanan jasa keuangan yang tidak jelas, seperti menjanjikan imbal hasil yang sangat tinggi, tidak jelas regulator atau pengawasnya, serta tidak jelas informasi izin usaha dan tanda terdaftar atas produk dan layanannya,” jelas OJK.

OJK juga meminta agar masyarakat dapat memeriksanya secara seksama tawaran investasi, termasuk aspek legalitas, manfaat, risiko, serta mekanismenya.

Apabila masyarakat memiliki pertanyaan atau laporan, bisa menyampaikannya ke Layanan Konsumen OJK (Layanan 500-655) atau kepada Satuan Tugas Waspada Investasi, yang memiliki kewenangan untuk menangani dan menganalisis laporan dugaan tindakan melawan hukum di bidang pengelolaan investasi.

Jadi penasaran nih, apakah MMM Hoax, Scam dan Diambang Runtuh?
Mungkin ada pembaca blog ini yang menjadi anggota MMM bisa menjelaskan dengan detail? Silahkan …

One response to “MMM Hoax, Scam dan Diambang Runtuh?

  1. Boss…sampeyan jadi partisipan MMM ato tidak. Kalo bukan partisipan MMM, emang sampeyan itu mirip dukun alias sok tau xixixi…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s